Wednesday, July 25, 2007

PELANGI TANPA WARNA

Sebuah pelangi muncul dibalik awan...
kosong tanpa warna apa pun..
hanya buramdan suram yang terlihat....
Dimanakah warnamu wahai pelangi?
dimanakah keindahan yang biasa kaubias?...dimana?....
Pelangi buram dan suram tetap membisu
Barangkali tersembunyi dibalik awan...
atau terseret derunya angin..mungkinterhapus ganasnya ombak..
bisa jugatersangkut dipujuk pujuk pinus...
Dimanakah warna indahmu wahai pelangi..
Pelangi buram dan kusam tertunduk lesupilu...
Sementara aku terus bertanyatanya..
aku lihat burung burung elang sibuk mencari diantara mega...
sekelompok rusa mencarinya diantarasemak belukar..
dan SANG GAIB menitipkan pesan pada dahan yang bergoyang
utk disebarkan diselurupenjuru dunia.
dimanakah warna pelangiberada.....?
Pelangi buram dan suram menangis pilu..
matanya meneteskan bening kesedihan..
lalu dia berkata pelan "Warnaku sirna bersama cintaku yang hilang..
diaterseret pergi bersama kekasih hatiku..entah kemana
" pelangi buram dan suram terseduh pilu,dia menangis beriring mendung dan badai..
bersama kilat dan guntur....
Oo..sungguh kasian sipelangi...hidupnya menjadi segelap malam...
ditinggal pujaan hatinya...


[teruntuk semua yg sedang berdukakarena cinta.semoga tdk meghilangkanindahnya warna dlm dirinya] Wira(^_^)

Friday, June 15, 2007

SILATURRAHMI

Allahu Rabbi, aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta,
penuhilah hatiku dengan bilangan cintaMu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi, bila suatu saat aku jatuh cinta,
pertemukanlah kami,berikanlah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi,Pinta terakhirku
adalah seandainya ku jatuh hati,
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku……

semua orang pandai berbicara tentang cinta,
tapi tak semua mengetahui ada Cinta yang begitu indah,
Cinta yang kekal,
Cinta yang akan selalu ada tak lekang oleh waktu dan tak lapuk


Fahima- FLP Jepang dengan bangga mempersembahkan

Thursday, May 31, 2007

MANA JODOHKU...???

Jodoh dan Kedewasaan Kita

Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhani


Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan "kreatif" tiada henti membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?



Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita. Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi 'bagian masalah', namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri.



Di sini orang berlomba mengajukan "standardisasi" calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.

Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan, "Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?" Memang, ada juga jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja." Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal.



Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah. Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini.

Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.



Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.

Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan?



Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya. Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.
Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu? "Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286). Di balik fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT.


Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.

Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku














Lagi lagi cinta



"Janganlah hendaknya kecintaan anda terhadap sesuatu itu membuatmu lupa dan kebencian anda terhadap sesuatu itu membuatkan anda menjadi hancur"

Apakah itu cinta?
......Cinta itu perasaan jiwa semula jadi.Ia adalah fitrah yang menjadi salah satu sifat manusia.Ia wujud bila hati tertarik kepada yang dicintainya itu penuh emosi dan gembira karana itu. Dalam memenuhi keperluan untuk puas dalamcinta,manusia menghadapi krisis nilai.Insan yang mula jatuh cinta akan bersungguh untukmencapai kepuasan dalam cinta itu. Ada yangmenjadi buta dan kabur nilai akibat bercinta.Tapi bagi yang bijaksana mereka mendambakan..cara yang sesuai dan mulia untuk memenuhi keperluan cintanya itu. Insan sebegini inginhidup yang bersih dan penuh taqwa.

Sifat Cinta
Cinta itu suci,mahal dan tinggi tarafnya.Sifat cinta itu sempurna.Jika tidak,cinta akan cacat.Itulah cinta sebenar cinta.Untuk mengetahui dengan lebih dekat,kita perlulah tahu sifat-sifat cinta ;

Cinta Wujud Sejak Dilahirkan
Rasa cinta sedia wujud di dalam jiwa manusia sejak manusia itu lahir ke dunia.Cuma manusia akan melalui tahap-tahap kelahiran cinta bermula dari cinta kepada belaian ibu,membawa kepada cinta kepada kekasih dan akhirnya setelah puas mencari cinta suci,maka akan cinta kepada Tuhan Wujudnya cinta itu tidak dapat dilihat tapi dapat dirasa dan cinta sebenar cinta itu suci murni serta putih bersih.

Cinta Bersedia
Bila sampai masanya di setiap tahap-tahap cinta,maka Tuhan menjadikanmanusia itu bersedia menerima cinta itu.Pada mulanya jiwa itu bersediamenerima cinta,lantas sedia pula untuk berkongsi rasa kewujudan dengandikasihi.Sedia untuk mengikat setia serta saling memahami.Setia untukdipertanggungjawapkan kerana cinta.Sedia untuk menyerah diri pada yangdicintai.

Cinta Itu Indah
Walaupun kewujudan cinta tidak bisa dilihat,tetapi cinta itu indah dancantik.Cantiknya itu tulin dan tidak ia bertopeng.Bukan saja ia cantik malah suci murni,bercahaya gemerlap dan putih bersih.

Cinta Itu Mengharap Balasan
Cinta antara manusia itu berkehendak kepada jodoh atau pasangan,daridiri yang punya persamaan,dari diri yang asalnya satu.Bila dapat yangdicari,bermakna cinta itu menganggap telah bertemu yang paling sesuaidan secucuk dengan jiwanya,untuk bersatu kembali.Kehendak itu timbalbalik sifatnya kerana manusia dalam bercinta tidak hanya menerima tapijuga menerima.

Cinta Itu Menakluki
Sifat cinta itu ingin menguasai.Dia mahu yang dikasihinya itu hanyakhusus untuk dirinya.Dia tidak mahu ianya dikongsi dengan orang lain.Sifat ini menuntut hak untuk mencintai dan dicintai.Tapi,dalam padaingin menakluki,ia juga ingin ditakluki sepenuhnya.

Cinta Itu Mengetahui
Ada asasnya sebenarnya cinta itu mengetahui.Orang yang bercinta tahusiapa yang patut dicintainya.Cinta tidak perlu bertanya.Manusia bolehjatuh cinta tanpa membaca ilmiah atau novel tentang cinta.Mereka tahuapa yang perlu dilakukan.Tapi,cinta cuma tahu bercinta.Ia tidak tahuakan peraturan cinta jika tiada diberikan panduan.

Cinta Itu Hidup
Cinta adalah ibarat manusia,boleh berputik,lalu mekar serta bolehlayu dan gugur.Cinta itu punya deria dan perasaan.Cinta mendengar cinta,berkata cinta,melihat cinta.Cinta ada segala-galanya.Sayang, benci,cemburu,gembira,sedih,tenang,tertekan,ketawa dan menangis.Cinta itu hidup sampai satu ketika ia akan menemui mati.Tapi ramai orang berharap agar cinta itu kekal selagi dia masih hidup dan tetap hidup walaupun telah mati.

Cinta Itu Suci
Sebagaimana yang banyak dikatakan orang,cinta itu suci.Sucinya cintabukan bermakna ia tidak mengharap balasan. Cinta mengharap balasancinta.Sucinya cinta bermakna ia tidak bernoda dan tidak pula berdosaItulah sifat asal cinta,ia suci bagaikan anak yang baru lahir.Merekayang kenal erti cinta akan cuba mengekalkan cinta itu sesuci mungkin.Mengekalkan cinta suci bermakna menjauhkan ia dari godaan nafsu yangtidak ada batasan.Kerana nafsulah cinta suci jadi bernoda dan berdosa.



Cinta Itu Mempersona
Cinta itu bukan saja indah,tapi mempersonakan.Ia bukan kerana cintaitu nakal sifatnya tapi kerana ia suci dan bersih.Ia adalah sebagai-mana anda melihat pada anak kecil yang comel dan bersih.Dia senyumpada anda dan merapati anda.Anda terpesona kerana bukan saja ianyacomel,tapi kerana dia adalah insan yang tidak berdosa.Kerana sifatcinta yang mempersona ini selalunya manusia itu berbuat silap bilabercinta.Apa saja yang dilakukan oleh kekasihnya...mempersonakannya dan nampak cantik serta betul walaupun itu adalah satu dosa dan akan menodai cinta itu sendiri.Itulah juga yang menyebabkan orang yang bercinta itu walaupun seorang yang bijaksana,akan menjadi bodoh kerana pesona cinta.Akal itu mampudikalahkan oleh nafsu.Nafsu itu tidak bisa dikalahkan melainkan jika anda sentiasa ingat kepada Tuhan Maha Pencipta.

Apakah itu Bukti Cinta?
......Cinta perlukan bukti.Ramai orang percaya bahawabukti cinta itu ialah mengorbankan atau menyerahkan apasaja yang kekasih anda mahu.Mereka percaya jika itu tidakberlaku,maka cinta itu tidak tinggi nilainya.Sebenarnya anggapan itu tidak tepat.Jika anda beri semuayang dia mahu,apakah yang tinggal pada anda?Benarkah dia cinta pada anda bila dia mahukan pengorbanananda?Cinta sejati tidak memusnahkan atau merosakkan diri kekasihyang dicintai.Malah ia menjaga agar kekasih tetap suci danselamat sebagaimana sucinya cinta itu sendiri

"Janganlah hendaknya kecintaan anda terhadap sesuatu itu membuatkan anda menjadi lupa dan kebencian anda terhadap sesuatu itu membuatkan anda menjadi hancur"

- Saidina Umar Ibnul Khattab -